Langsung ke konten utama

Untaian Kata

Orang bilang, untaian kata dapat mewakili rasa. Orang bilang, untaian kata dapat menghancurkan segalanya. Orang bilang, untaian kata dapat membangun rasa percaya. Bagiku, untaian kata dapat memporak-porandakan rasa di dada. Apalagi ketika kau berkata bahwa semuanya tak lagi sama. Kita yang dahulu pernah sedekat nadi, namun kini harus saling berjauhan bagai bumi dan matahari. Kita yang dahulu pernah saling mengisi hari-hari, kini saling melupakan apa yang pernah terjadi. Secepat itukah, sebuah rasa harus kurelakan. Secepat itukah, rasa sayang harus diikhlaskan. Secepat itukah, hati ini harus dihancurkan. Kamu. Seorang yang berhasil mengisi hatiku beberapa belas bulan belakangan. Namun sayang, kini tak ada lagi yang bisa diharapkan. Dariku, yang masih memiliki perasaan.

Sesuatu yang Telah Pergi

Memang ya, sesuatu itu kalau sudah bukan milik kita lagi, kita baru merasakan betapa berharganya sesuatu itu. Saat masih memiliki, rasanya biasa saja, bahkan bisa dibilang bosan memilikinya. Namun, saat sesuatu itu sudah miliknya orang lain, maka rasa rindu pun akhirnya terasa juga.
Rindu, inilah yang sedang kurasakan, rindu terhadap latihan rutin. Rindu masa-masa rapat bersama dewan EXPRESS, rindu candaan dan olokan mereka, rindu kebersamaan dengan mereka. Intinya, aku rindu menjadi Kerani DKA EXPRESS. Aku rindu mereka, sangat. Hidup terasa hambar karena jarang bertemu mereka. Dulunya, sanggar adalah tempat pertama yang kutuju saat pulang sekolah. Namun kini, aku hanya bisa melihat sanggar dari balkon depan kelasku, melihat betapa bahagianya dewan yang baru bermain-main di sanggar.
Ya, sanggar sudah bukan milikku lagi, dan aku baru menyadari kalau sanggar benar-benar berarti bagiku. Aku pernah menangis di sana, aku juga pernah tertawa keras di sana. Aku juga pernah marah-marah di sana, segala luapan emosiku pernah kutumpahkan di sana. Aku menulis ini bukan karena aku cengeng tak bisa ikhlas melimpahkan tanggung jawab ke dewan yang baru, namun aku rindu menjadi dewan. Aku amat rindu kebiasaan-kebiasaan kami yang perlahan hilang.

Hai teman-teman DKA EXPRESS, aku rindu kalian, sangat.


Btw, inilah beberapa potret pelantikan Dewan Kerja Ambalan Periode 2017/2018, moment saat aku demisioner yang tak terlupa.













Tau kan ya aku yang mana? Itu loh yang kumus-kumus ehe.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Pathetic Love

Gadis berambut sepinggang dengan aksesori serba  pink  itu menyusuri koridor sekolah tanpa semangat. Berulang kali ia menghela napas berat, seakan tak kuat menghadapi hari ini. Beberapa pasang mata melihatnya dengan pandangan sinis, hal ini semakin membuat gadis itu merasa malas berada di sekolah. Kini, ia sudah bertekad kuat bahwa tak akan menemui laki-laki itu lagi. Sekalipun dulu sebelum kepindahannya mereka adalah sahabat karib, namun semuanya sudah terasa lain. Manusianya sama, namun rasa di antara mereka sudah berbeda. Sedikit manis, banyak pahitnya. Berbagai kasak-kusuk yang menyebut nama ‘Valda’ didengarnya sejak tadi, namun sama sekali tak dihiraukannya. Seolah-olah tak terjadi apa-apa. Gadis itu menghela napas lega ketika pintu kelasnya sudah semakin dekat, ia ingin segera masuk dan lepas dari pandangan mencemooh orang-orang di sekitarnya. Bukan semua orang memang, hanyalah kaum perempuan saja. Ketika ia memasuki kelas, hanya beberapa orang saja yang sudah da...

Synopsis The Sign of Four

My name is Doctor Watson. I worked as a doctor in the British Army for several years. But one day, I was shot in the shoulder and could not work in the army anymore. I retired from the army and came back to England. That is why I was living in London with my friend, Sherlock Holmes. My friend was a very clever man. He was the most famous private detective in London. Sherlock Holmes did not care id his clients were rich or poor. He enjoyed solving their interesting problems. He was very happy when he was working. One afternoon, he did not seem very happy. I was worried about my friend. Actually, he feel boring because he did not has some work. He can’t live without interesting problems and mysteries. At the moment, there was a knock at the door, our housekeeper came into the room carrying a small white card on a silver tray. Holmes picked up the card, Miss Mary Morstan. Perhaps, it is a new client for Holmes. Miss Morstan looked worried and unhappy. She tell us that her father was a ca...

It’s All About ‘Tahu’

Tahu. Tentunya semua orang pasti kenal makanan yang satu ini. Rata-rata bentuknya persegi, berwarna putih, dan teksturnya kenyal. Tahu dapat diolah menjadi berbagai macam masakan yang lezat. Tahu juga sudah menjadi makanan yang ‘merakyat’ di wilayah Indonesia, khususnya pulau Jawa. Tahu disukai oleh berbagai kalangan, mulai dari muda hingga tua, anak-anak sampai dewasa. Kali ini, saya bukan akan membahas tentang tahu dan berbagai macam olahan dari tahu yang lezat, namun saya akan membahas tahu khas di kota saya. Kediri. Pernah mendengar tentang kota ini? Kediri adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Timur, kota ini kecil memang dan juga belum se-maju kota-kota metropolitan seperti Jakarta maupun Surabaya. Kota Kediri adalah tempat saya tinggal 8 tahun belakangan ini, tempat di mana saya menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja sekarang ini. Kediri dikenal dengan etnik budayanya, banyak cerita-cerita rakyat yang berlokasi di kota ini. Selain itu, Kediri juga sering dikenal orang ...